Wilayah pesisir dan laut merupakan ekosistem penting yang menopang kehidupan jutaan masyarakat Indonesia. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menaruh perhatian besar terhadap perlindungan kawasan pesisir dan laut dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan.
Berbagai aktivitas seperti reklamasi, pertambangan pasir laut, pencemaran limbah, dan penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan telah mengancam keseimbangan ekosistem pesisir. Dampak dari aktivitas tersebut dirasakan langsung oleh nelayan dan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan.
WALHI aktif melakukan pendampingan terhadap komunitas pesisir yang terdampak kerusakan lingkungan. Pendampingan ini mencakup advokasi kebijakan, penguatan kapasitas masyarakat, serta kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga laut dan pesisir.
Selain pendampingan, WALHI juga mendorong kebijakan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan dan berkeadilan. WALHI menekankan pentingnya menghormati hak masyarakat pesisir dalam setiap rencana pembangunan yang menyangkut wilayah laut dan pesisir.
Perlindungan ekosistem pesisir tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat, tetapi juga dengan ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim. WALHI percaya bahwa menjaga pesisir dan laut berarti menjaga masa depan kehidupan bersama.
